Sudah Terlalu Lama

Judul yang dirasa sangat tepat untuk menggambarkan kondisi saya dan Jar of Peachy karena sudah terlalu lama tidak mengunjungi blog ini sehingga kosong melompong aja gituu. Terlalu banyak excitement selama menginjakan kaki di Inggris Raya, dari mulai settling in with the University, friends, food and of course WEATHER. Hasilnya, saya jadi terlena dan boro-boro kepikiran update blog. Inipun akhirnya kejadian juga nulis, karena saya rindu menulis dalam bahasa Indonesia. Setiap minggu terdampar di Perpustakaan dengan kewajiban memproduksi 3000,2000,3500 kata .. DIE !! HAHAHA

Untuk postingan pertama setelah hiatus 3 bulan rasanya saya mau cerita sedikit soal cuaca di Inggris, tepatnya di kota saya tinggal, Preston. Di sebelah manakah Preston itu sih ?? Kurang famous agaknya kota ini untuk sebagian besar orang Indonesia. Setidaknya terbukti dari keluarga saya yang kerap kali bertanya, dimana itu Preston ? padahal saya sudah menjelaskan ini entah berapa kali. Preston itu ada di outskirts of Manchester, sekitar 45 menit by train ibarat Jakarta dan Bogor laah hehe. Karena ada di bagian northwest, Preston lumayan dingin merinding, pertama dateng pas menjelang summer berakhir, suhu masih “normal” sekitar 18 derajat, lambat laun makin ke Desember makin mengkerut cuacanya.

Memasuki Desember, suhu paling hangat adalah sekitar 5 derajat, kalo lagi kejam bisa 0 atau paling dingin -3. Belum lagi kalau ditambah salju-salju mini (hail) atau angin mamiri, inilah yang akhirnya membuat saya untuk pertama kalinya peduli sama weather forecast. Nah , untuk yang mau sekolah ke Inggris, mungkin lagi bingung mau bawa baju apa ya untuk persiapan winter ? Saran saya yang gausah dibawa masuk ke hati tapi diresapi aja adalah

GAUSAH BAWA BARANG WINTER DARI INDONESIA !!!

This is the only stupidity I did last September. Bawa tiga coat dari Indonesia yang bikin bagasi overload dan harus bayar excess bagage yang lumayanan mihil nya 50usd/kg. USELESS!! . Term time universitas di Inggris mulai pada bulan September, dimana tadi saya sebutin masih lumayan “hangat” jadi cardigan dan jaket tipis aja cukup. Sisanya? If you are on budget just simply go to PRIMARK. This shop is your saviour !! Silahkan langsung beli coat,jumper,kaos kaki,scarf,snood etc.

FLEECE

Kalo mau investasi, maksudnya beli outift winter agak mahal, make sure you buy this as inner atau kalo beli jaket yang bahan dalemnya fleece. Ini bahan yang menurut pengamatan sotoy saya tidak memiliki pori-pori. Jadi panas tubuh kita ketahan di dalam, yang mana kalo dipake di jakarta pasti basah ketek haha. Disini ? sangat berguna sekali . Sekali lagi, gausah beli di Indonesia, disini banyak dan gak menguras kantong. Monggo coba ke dua tempat ini, both online and in-store service nya 5 stars.

Ultimate Outdoors

Sports Direct

BOOTS

Kapan lagi ya gak bisa pake boots tiap hari tanpa ada tatapan sinis dari orang sekitar. Misalnya saya di kompastv kalo pake boots pasti ada aja yang nyeletuk “Kuda lo taro dimana cha ??” hahaha males kaan. Nah, this is the time, wear your boots. Sekali lagi gausah beli di Indonesia. Siasat saya adalah untuk boots selutut saya beli yang murmer di Primark, dengan asumsi kepake nya bentar dan dibawa ke Indonesia udah gak bisa dipake lagi kecuali kita mau kaki kita biang keringet hehe. Untuk yang hi end dan sekiranya ke Indo masih trendy dan tidak terlalu gerah ya semacam doc mart atau Timberland. Tapi sekali lagi sebelum purchase, inget-inget aja satu boots dua brand tadi seharga tiket London-Paris.

PORTABLE HEATER

Gausah ngayal pergi kesini bawa rice cooker, kagak kepake. Lagian masak nasi kan bisa juga pake panci. Beli rice cooker disini pun juga sebenernya gak berguna-guna amat. Kecuali emang mau tinggal for good, untuk setahun dan masak nasi occasionally sih cukup pakai panci saja. Lebih baik investasi ke portable heater. Central heater yang biasanya tersedia di student halls hmmm suka bikin sakit hati, kadang nyala kadang mati, suka-suka dia aja idupnya. Kebayang doung kalo lagi 0 derajat, disitulah portable heater dibutuhkan. Tapi jangan lupa, sering-sering dimatiin ya, hemat dan biar heaternya gak cepet rusak.

Segitu dulu deh tips nya, paling tidak itu dari yang saya rasakan sendiri sebagai mahasiswa dengan stipend “cukup”. Lain ceritanya kalo stipend “berlebih” terserah deehh mau beli mantel dari bulu chewbaca juga gak dilarang haha.. See ya on the next stupid rambling. Comments and Suggestions are very welcome!!

10927232_10152944585591855_1383513704448291519_o

es serut

2014-12-25 03.02.08

my zero temperature

10931712_10152944585491855_6438315786073844771_o

shower me with hail

Tagged , , , , , , , , , , ,

Sport Studies in UK

REPOST FROM INDONESIA MENGGLOBAL

October 19, 2014

Bagi teman-teman yang tertarik dengan ilmu keolahragaan, Icha Avrianty membahas tentangnya dalam tulisan berikut ini. Icha sedang studi dengan beasiswa Chevening di University of Central Lancashire di Inggris yang menawarkan sports studies, sebuah subjek multidisiplin yang mengajarkan tentang pembinaan, manajemen, pengembangan sampai ke fisiologi keolahragaan. Mari simak tulisan Icha ini untuk mengetahui alasannya untuk belajar jurusan ini di Inggris.

What is your reaction, knowing that our national football team failed in so many high level competition? What do you think of Asian Games 2014 final result? Don’t you think Indonesia can do better than that? These are some questions that always come up in my mind in my days as a sports journalist, the questions that brought me here to the United Kingdom.

Many different courses splatter at universities all over Europe, but the sport development studies attracts me to dig deeper. I am fascinated with the abundance of options coming up to me in terms of choosing which subject I want to specialize. Sports studies is a multidisciplinary subject with a grounded theory which enables students to apply in a varied context. The focus ranges from sports coaching, sports management, sports development up to sports physiology.

In Indonesia, this kind of subject is not as popular as in the United Kingdom. At least that is what I feel when I try to search which university can accommodate my passion in sports studies. There is of course some options for undergraduate at Universitas Negeri Jakarta or Universitas Indonesia for sports medicine. Then again, the options are limited, particularly for postgraduate level.

The search ends when I found this course at the University of Central Lancashire that seems to be very close to my area of interest. In addition to that, since the notion of grassroots sports is fundamental to me, I am determined to acquire some knowledge regarding youth development. I am so glad to have a chance to learn about sport, policy and community development in a country where sports is a social tool. The aim is to get a better understanding of how sports can be use as tool for development. This idea, I presume, is something that is out of the box and Indonesia is still far from adopting it. In my optimistic view, as an emerging nation, I believe Indonesia someday will be able to formulate the policy. Therefore, the first and foremost is to develop sports from the youth. At the end, let’s say 2045, Indonesia will enjoy the glory of achievement in sports where athletes perform and shine in international competition. Utopia? Nope, just being optimistic.

What I am trying to say here, it is important to know what your passion is. There are a plenty of courses and programs you can pick when studying abroad. If you have passion in sports, whether you are an athlete, coach, sports journalist or you are just simply an avid fan of football, grabbing the knowledge in the United Kingdom could be an alternative. Most of master degree in sports will give you an opportunity to have a coursework so you will experience working in “live” projects. If you fancy learning and doing research about sports with some perks like watching Mario Ballotelli play at the Liverpool ground, UK is the place to go.

20141002_181347

Thanks to Indonesia Mengglobal for posted this article ;D

Tagged , , , , , , ,

Pink Boots goes to Liverpool

Now here comes weekend..

I know I have tons of assignment to catch up, but yeeeah I might need something to brighten up my day in UK. So this weekend, I decided to visit Liverpool. 1hrs by train from my city, Preston. I went there for the first time in my life 😀

20140928_191933

My first stop is the Liverpool FC ground. Of course I didn’t watch the merseyside derby, tickets are sold out long before I arrived in UK

20140927_141706

20140927_142349

20140927_141054

“The socialism I believe in is everyone working for each other, everyone having a share of the rewards. It’s the way I see football, the way I see life” Bill Shankly

NEXT STOP is the beautiful albert dock, it’s a Tanjung Priok kind of thing in a more decent atmosphere 😀

One thing that I love from Liverpool is the fact that I feel much warmer in this city !! yeay 😀

20140927_172423 20140927_165707

 and this is the time machine that brings you to the era of RIngo.. Hello John, I am here

it’s been a hard dayssss night and I’ve been working like a dog …….

The Beatles Story Museum

20140927_171425 20140927_170846

TURN OFF YOUR MIND

Last stop on my way to Liverpool Lime street station, I met these three girls.. aaah I probably wanted to try this, but it’s 6PM, most of the stores are close already.

20140927_190440

OFF to Preston and I’m ready to spend the rest of the weekend with this piece from Simon Hughes’ Red Machine.

20140928_194143 (1)

Liverpool, I’ll be back.. we have unfinished business 😀

_ichaavrianty_

28.09.2014 / 22.38

curled up in duvet

Tagged , , , , , , , , , , , , , , ,

#Preston …. Here I come

20140917_172631

16 September 2014, Saya akhirnya sampai ke kota kecil di sebelah utara Inggris, sekitar 30 menit dari Manchester. Ceritanya sih ingin mengejar mimpi sejak kecil, study abroad hehe. Thanks to Chevening and FCO yang sudah memberikan saya kepercayaan berupa full scholarship untuk belajar di kampus pilihan saya. Banyak yang bertanya kenapa kok Chevening tapi gak ngambil kampus lain nya yang notabene lebih beken ? Well, pertama beberapa kampus beken gak menyediakan jurusan yang saya mau. Kebanyakan lebih fokus ke sports management not development. Kedua, saya jujur aja, untuk Master degree kali ini gak mau ribet dan hectic, singkatnya sih I wanted to study and escape from urban life. hehe. Jadi entah kenapa saya lebih jatuh cinta sama kota-kota kecil. Ditambah dengan alasan bakal jarang ketemu orang Indonesia, hehe.. Udah jauh-jauh ke yurop masih ketemu temen sekampung kan sayang. Namun, kalo cita-cita mulia nya sih seperti yang Saya tulis di Personal Statement saat apply Chevening, kenapa saya pilih jurusan dan kampus ini karena fokus ke youth development. Someday yaah, saat ada modal semoga bisa mewujudkan cita-cita saya to become social entrepreneur. Semoga tercapai bikin sekolah, syukur-syukur kalau sekolah nya bisa fokus ke banyak materi olahraga.

Saat ini Preston belum terlalu dingin, temperatur masih sekitar 14-16 derajat celcius. Namun, beberapa hari ini sempat hujan. Jelas mati gaya karena disini kemana-mana jalan kaki. Untung nya udah ada beberapa tugas kuliah menanti, jadilah lumayan anteng sih di kamar kosan 😀

20140921_141009

at Preston City Centre

20140921_140742Path 2014-09-19 15-20 (1)

Akhirnya kembali menjadi mahasiswa, Ini bersama entah karakter apa ;D persembahan mahasiswa Korea saat Freshers Week di Uclan .

IMG-20140923-WA0013 (1)

Baiklah .. first assignment is waiting, wish me luck surviving this breezy town..

_ichaavrianty_

small and comfy room at Eden Halls

13.25 / 24 September 2014

Tagged , , , , , , , , , , ,